Jumat, 23 September 2016
Menulis Sebagai Proses
Menulis Sebagai Proses
A. Pengertian Menulis
Menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu gagasan yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Menulis juga dapat diartikan sebagai usaha yang dilakukan seseorang untuk merombak atau mengubah suatu tulisan yang sudah ada menjadi lebih sederhana atau bahkan lebih panjang dari sebelumnya.
B. Menulis Sebagai Proses
Menulis sebagai proses merupakan suatu serangkaian aktivitas yang melibatkan beberapa fase atau tahapan. Adapun tahapan menulis adalah sebagai berikut :
1. Tahap persiapan
Dalam tahap ini penulis akan melakukan persiapan untuk menciptakan suatu karangan yang akan ditulisnya. Seperti menentukan tema atau topik, menetapkan tujuan penulisan, menyiapakan bahan dan informasi pendukung, serta menentukan garis garis besar yang akan dibuat seperti pendahuluan, isi dan penutup agar penulis dapat dengan mudah menuangkan ide gagasan yang akan ditulisnya.
2. Tahap penulisan
Tahap ini merupakan tahapan yang sangat penting dalam proses menulis. Sebab, dalam tahap ini penulis mulai mengembangkan kerangka karangan yang telah disusun dalam tahap persiapan dengan menggunakan bahan bahan sesuai dengan topik yang telah disiapkan penulis. Pada tahap penulisan ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti :
a. Penyusunan bahasa
· Penulisan paragraf yang benar
· Penulisan kalimat yang efektif
· Penulisan pilihan kata yang tepat
· Penulisan ejaan yang benar
b. Penyusunan tulisan sesui dengan ketentuan yang berlaku
· Cara menulis judul /sub judul
· Cara menulis kutipan/catatan kaki
· Cara menulis darter pustaka
· Teknik pengetikan
3. Tahap pemeriksaan
Tahap ini merupakan tahap akhir dari penulisan. Tahap pemeriksaan perlu dilakukan agar tulisan lebih sempurna. Penulis diharuskan membaca ulang tulisan yang dibuat untuk melihat secara teliti bagian-bagian yang perlu mendapat perbaikan, terutama dalam penggunaan tanda baca, pilihan kata, paragraf, logika kalimat, sistematika tulisan dan sebagainya.
Menulis sebagai proses diperlukan proses-proses agar tulisan sesuai dengan apa yang diharapkan. Dalam mementukan tema yang diangkat diperlukan intuisi yang kuat dalam mengembangkan gagasan yang akan dituangkan. Konsentrasi dan fokus sangat diperlukan dalam proses pengerjaan, setelah selesai baca kembali dan lakukan pemeriksaan agar apa yang ditulis menghasilkan tulisan yang baik.
C. Hubungan Keterampilan Menulis Dengan Keterampilan Berbahasa Yang Lain
Ada beberapa aspek dalam hubungan keterampilan menulis dengan keterampilan berbahasa yang lain. Aspek-aspek yang mencakup keterampilan berbahasa adalah membaca, menyimak, dan berbicara. Dalam aspek keterampilan berbahasa mempunyai hubungan satu sama lain diantaranya sebagai berikut:
1. Hubungan Menulis Dengan Membaca
Menulis dan membaca adalah kegiatan berbahasa tulis. Pesan yang disampaikan penulis dapat diterima oleh pembaca melalui lambang bahasa yang dituliskan.
Membaca dan menulis mempunyai keterkaitan. Sang pembaca bisa menjadi penulis dengan membaca karya orang lain, secara tidak langsung ia akan berperan sebagai penulis dengan menemukan topik, tujuan, gagasan,serta mengorganisasikan bacaan dari karangan yang ia baca. Begitupun dengan penulis ia akan menjadi seorang pembaca dengan membaca karya orang lain mauun karyanya sendiri.
2. Hubungan Menulis Dengan Menyimak
Menulis dan menyimak mempunyai peran penting dalam pembelajaran. Sesorang akan mendapat inspirasi, ide, gagasan dengan menyimak dari berbagai sumber tak tercetak seperti radio, televise, ceramah, pidato, awancara, diskusi, dan obrolan. Apabila kegiatan menyimak dilakukan dengan baik maka seseorang akan memiliki pengetahuan yang luas sehingga penyimak dapat menulis dengan baik.
3. Hubungan Menulis Dengan Berbicara
Berbicara dan menulis merupakan kegiatan berbahasa yang bersiat produktif. Berbicara merupakan ragam lisan, sedangkan menulis merupakan ragam tulis. Menulis merupakan kegitan berbahasa tak langsung sedangkan berbicara merupakan kegiatan berbahasa langsung. Yang artinya pembicara dan penulis berperan sebagai penyampai kepada pihak lain. Pesan yang disampaikan dapat diperoleh dari berbicara begitu juga berbicara dapat disampaikan melalui tulisan.
Hubungan keterampilan menulis dengan keterampilan berbahasa yang lain mempunyai keterkaitan yang sangat penting dalam penulisan. Keterampilan ini saling berhubungan satu sama lain. Dengan membaca kita bias menjadi penulis, dengan menyimak kita mendapat inspirasi dan dengan berbicara kita dapat menyampaikan pesan yang terdapat dalam karya tulis.
Daftar Pustaka
https://id.mwikipedia.org
https://wordpress.com
https://blogspot.com
Nama Kelompok
1. Anggun Suci Liayanti
2. Ari Widya Pratiwi
3. Endang Tri Setiawati
4. Melisa
5. Riska Anggraini
6. Tika
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Saya perwakilan dari kelompok 2 ingin bertanya,dalam penyusunan bahasa ada yang di sebut penulisan kalimat efektif,contoh nya itu seperti apa????
BalasHapusby:MERLIN MAYORA
Saya Melisa dari Kelompok 1 akan menjawab pertanyaan dari Merlin Mayora.Kalimat efektif adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa baik ejaan maupun tanda bacanya sehingga mudah dipahami oleh pembaca atau pendengarnya. Contohnya: Ibu memakai baju warna biru.
HapusBaiklah saya dari kelompok 6 ingin bertanya dari penjelasan dari kelompok 1 menulis dan membaca adalah kegiatan berbahasa tulis.pesan yang disampaikan penulis dapat did terimah oleh pembaca oleh lambang pembbaca yang dituliskan
BalasHapusmaksud nya lambang bahasa adalah ?
by: MELIN AGUSTIN
saya anggun suci liayanti saya akan menjawab pertanyaan dari klompok 6 maksud nya lambang bahasa adalah lambang yng di gunakan seseorang penulis untuk memberi keterangan lebih terhadap karya tulisnya contoh tanda. koma. petik .titik dll
BalasHapussaya anggun suci liayanti perwakilan klompok1 saya akan menjawab pertanyaan dari klompok 6 maksud nya lambang bahasa adalah lambang yng di gunakan seseorang penulis untuk memberi keterangan lebih terhadap karya tulisnya contoh tanda. koma. petik .titik dll
BalasHapusOh ya trimakasih Anggun
HapusSaya dari kelompok 6 ingin bertanya dalam aspek keterampilan berbahasa mempunyai hubungan satu sama lain itu contohnya seperti apa ?
BalasHapusBy Sendi
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSaya riska anggraini perwakilan kelompok satu akan menjawab pertanyaan saudara sendi.
BalasHapusDalam artikel kami paragraf terakhir sudah di jelaskan hubungan dalam aspek keterampilan berbahasa, berhubung saudara sendi bertanya saya akan kembali menjelaskan keterhubungan dalam aspek keterampilan berbahasa tersebut yaitu sebagai berikut: Hubungan keterampilan menulis dengan keterampilan berbahasa yang lain mempunyai keterkaitan yang sangat penting dalam penulisan. Keterampilan ini saling berhubungan satu sama lain. Dengan membaca kita bias menjadi penulis, dengan menyimak kita mendapat inspirasi dan dengan berbicara kita dapat menyampaikan pesan yang terdapat dalam karya tulis.
Iya terima kasih atas jawabannya
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusSaya Ari widya pratiwi saya akan menambahkan jawaban dari saudari melisa untuk pertanyaan saudari merlin. contoh kalmat efektif :
BalasHapus- Pisang itu dimakan kakak setelah kulitnya dikupas
- Kamu sudah menggoreng ikan itu
- Aku menghapus data di komputer
- Rajin belajar,membaca,dan membaca orang tua merupakan ciri anak yang baik.
Saya NIZA NURDIA PUTRI dari kelompok 3 ingin bertanya dalam menentukan tema yang diangkat diperlukan intusi yang kuat dalam mengembangkan gagasan yang diruangkan ( tahap pemeriksaan ). Yg ingin saya tanyakan adalah maksudnya intuisi yang kuat itu apa ?
BalasHapusYa saya riska anggraini perwakilan dri kelompok satu akan menjawab pertanyaan dari saudara Niza nurdia putri intuisi yg kuat adalah salah satu kemampuan manusia yg cepat dalam menganalisa sesuatu yg akn di kerjakan atau di laksanakan.
BalasHapusMaaf, apakah intuisi itu semacam bakat alami atau semacam insting deseorang ?
BalasHapusSaya Melisa dari kelompok 1 akan menjawab pertanyaan dari saudara Niza.Intuisi adalah suatu kemampuan manusia untuk menganalisa sesuatu yg akan di kerjakan atau dilaksanakan. Intuisi dimiliki oleh setiap seseorang secara alami tetapi kadar kemampuan intuisi tidaklah sama setiap orangnya.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusIya, terima kasih banyak Melisa.
BalasHapussaya dessy yanti dari kelompok 2 ingin bertanya apa perbedaan dari hubungan menulis dengan membaca
BalasHapusTerima kasih atas pertanyaannya saudari Desi Yanti
Hapussaya Endang Tri Setiawati
dari kelompok 1
jawaban :
Sebelumnya saya akan menjelaskan hubungan menulis dan membaca.
Menulis dan membaca merupakan keterampilan yang saling melengkapi. Tidak ada yang perlu ditulis kalau tidak ada yang membacanya, dan tidak ada yang dapat dibaca kalau belum ada yang ditulis.
Persamaannya adalah:
1. keduanya bersifat tak langsung
2. keduanya melakukan komunikasi secara tidak tatap muka
3. keduanya menggunakan media tulisan
Perbedaannya adalah:
1. Menulis bersifat Produktif sedangkan Membaca bersifat Reseptif
2. Menulis bersifat Ekspresif sedangkan Membaca bersifat Apresiatif
Keterangan:
-Produktif (menghasilkan) :kemampuan seseorang untuk menerima, memahami, menganalisisdan mengevaluasi ide yang disampaikan oleh orang lain melalu bahasa lisan atau tulisan.
-Reseptif (menerima) :kemampuan seseorang untuk menyampaikan ide dengan menggunakan bahasa secara tertib dan sistematis sehingga idenya dapat dipahami orang lain.
-Ekspresif :kegiatan yang dilakukan untuk mengungkapkan gagasan, gambaran, maksud dan perasaan.
-Apresiatif :kegiatan yang dilakukan untuk mengamati, menilai dan menghargai sebuah karya.
Itulah jawaban dari saya semoga Saudari Desi dapat memahaminya. Apabila masih kurang jelas silahkan ditanyakan kembali.
saya yunika perwakilan dari kelompok 5,yang ingin saya tanya kan iyalah apa perbedaan antara hubungan menulis dengan membca dan hubungan menulis dengan berbicra ?
BalasHapussaya kiki yulandari dari kelompok 5 ingin bertanya
BalasHapusdalam artikel ini tertulis bahwa tahap pemeriksaan perlu dilakukan agar tulisan lebih sempurna mengapa demikian?